Nama :
Destiana
Nim :
2254209031
Prodi :
Sains Pertanian
Mk :
Teknologi Budidaya Tanaman
Dosen Pengampu : Imam Mukhtasor,
S.P, M.Si
UTS
1.
APA PERBEDAAN ANTARA
HERBISIDA DAN PENGENDALIAN HAMA TANAMAN?
Herbisida dan pengendalian hama tanaman adalah dua hal
yang berbeda dalam konteks pertanian.
Herbisida adalah zat kimia yang digunakan untuk membunuh
atau mengendalikan pertumbuhan gulma atau tanaman liar yang tumbuh di sekitar
tanaman yang ingin dipelihara. Herbisida biasanya digunakan untuk memastikan
bahwa tanaman yang ingin dipelihara tidak bersaing dengan tanaman liar atau
gulma yang tumbuh di sekitarnya. Herbisida dapat diterapkan pada tanaman secara
langsung atau pada tanah sebelum tanaman ditanam.
Pengendalian
hama tanaman adalah proses mengendalikan populasi hama yang dapat merusak
tanaman. Pengendalian hama tanaman dapat dilakukan dengan berbagai cara,
termasuk penggunaan insektisida, fungisida, dan rodentisida. Selain itu,
pengendalian hama tanaman juga dapat dilakukan dengan cara alami, seperti
dengan memanfaatkan predator alami hama atau dengan memanfaatkan tanaman
pengusir hama.
2.
SEBUTKAN
HAMA TANAMAN YANG UMUM DITANAMAN PADI DAN BAGAIMANA PENGENDALIAN FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN TANAMAN!
Wereng
Pengendaliannya
:
ü Pengendalian
mekanis, seperti pengumpulan telur menggunakan tangan, pemotongan pucuk,
pemangkasan, dan lain sebagainya
ü Pengendalian
biologi, seperti memanfaatkan predator alami hama atau dengan memanfaatkan
tanaman pengusir hama
ü Pengendalian
kimia, seperti menggunakan insektisida.
-
Penggerek batang
Pengendaliannya
:
ü Pengendalian
mekanis, seperti pengumpulan telur menggunakan tangan, pemotongan pucuk,
pemangkasan, dan lain sebagainya
ü Pengendalian
biologi, seperti memanfaatkan predator alami hama atau dengan memanfaatkan
tanaman pengusir hama
ü Pengendalian
kimia, seperti menggunakan insektisida.
-
Tikus sawah
Pengendalianya
:
ü Sanitasi
lingkungan : Menjaga kebersihan lingkungan tanaman padi agar tidak menjadi
tempat tikus yang nyaman
ü Berburu
tikus saat pengolahan lahan : Pada saat pengolahan lahan, tikus akan terganggu
dan akan keluar dari lahan
ü Pasca
pengolahan lahan : Melakukan pengendalian setelah pengolahan lahan serta
menjaga kebersihan lingkungan
ü Tanam
dan panen serempak : Menanam dan panen tanaman padi secara bersamaan untuk
menghindari serangan tikus
ü Sanitasi
habitat : Menjaga kebersihan lingkungan tanaman padi agar tidak menjadi tempat
tikus yang nyaman
ü Gerakan
bersama (gropyokan massal) : Menggabungkan kerjasama petani untuk mengendalikan
tikus
ü Fumigasi/pengemposan
: Menggunakan metode fumigasi untuk mengendalikan tikus
ü Trap
Barrier System (TBS) dan Linier Trap Barrier System (LTBS): Menggunakan sistem
penjebakan tikus yang digunakan dalam pertanian
ü Memanfaatan
musuh alami : Menggunakan musuh alami tikus sawah, seperti pemangsa, burung
hantu, burung elang, kucing, anjing, ular tikus, dan lain-lain
ü Rodentisida
: Digunakan hanya apabila populasi tikus sangat tinggi terutama pada saat bera
atau awal tanam, penggunaan rodentisida harus sesuai dosis anjuran.
3.
JELASKAN
KONSEP ROTASI TANAMAN DAN MANFAATNYA DALAM BUDIDAYA!
Rotasi tanaman
alpukat atau rotasi tanaman tumbuhan adalah praktik penanaman berbagai jenis
tanaman secara bergiliran di satu lahan. Konsep rotasi tanaman ini memiliki beberapa
manfaat dalam budidaya tanaman, seperti :
ü Mengembalikan
nutrisi tanah : Rotasi tanaman membantu mengembalikan nutrisi nitrogen melalui
tanaman legum setelah penanaman tumbuhan serealia dan sejenisnya.
ü Mengendalikan
hama dan penyakit tanaman : Rotasi tanaman dapat mengurangi intensitas serangan
hama atau penyakit, karena satu jenis tanaman mungkin tidak akan menjadi sumber
makan bagi hama yang menyerang satu spesies saja sebelumnya.
ü Meningkatkan
kesuburan tanah : Rotasi tanaman dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah
dengan cara mengembalikan nutrisi yang diperlukan oleh tanaman.
ü Memperkaya
varian suplai tanaman : Rotasi tanaman memungkinkan petani untuk menyesuaikan
tanaman dengan permintaan pasar dan pola tanam lahannya, sehingga dapat memperkaya
varian suplai tanaman yang tersedia.
ü Mengurangi
erosi tanah : Melalui pergantian antara tanaman yang memiliki sifat rakus hara
dan tanaman yang memberikan unsur hara, rotasi tanaman dapat membantu
mengurangi erosi tanah.
ü Memperbaiki
struktur tanah : Rotasi tanaman dapat memperbaiki struktur tanah dengan cara
mengembalikan lapisan tanah yang padat, meningkatkan aerasi tanah, dan
mengurangi risiko erosi.
4.
BAGAIMANA
SIKLUS HIDUP TANAMAN DAPAT MEMPENGARUHI STRATEGI PERAWATAN YANG DIPILIH?
Siklus hidup tanaman
alpukat dapat memengaruhi strategi perawatan yang dipilih. Misalnya, pada fase
pertumbuhan awal, tanaman alpukat memerlukan banyak air untuk menunjang
pertumbuhan dan produktivitas tanaman
Oleh karena itu,
penyiraman dapat dilakukan setiap hari pada pagi atau sore hari untuk memenuhi
kebutuhan air tanaman. Selain itu, pada fase pertumbuhan awal, tanaman alpukat
juga memerlukan pemupukan yang tepat untuk memastikan pertumbuhan yang sehat
dan produktif
Pada fase
berikutnya, seperti fase berbunga dan pembuahan, tanaman alpukat memerlukan
perawatan tambahan untuk memastikan produksi buah yang optimal. Pada fase ini,
pemangkasan cabang atau ranting yang mati atau terkena penyakit dapat menjadi
bagian dari strategi perawatan untuk memastikan tanaman alpukat tetap sehat dan
produktif
Dengan demikian,
pemahaman akan siklus hidup tanaman alpukat, termasuk kebutuhan perawatannya,
akan memengaruhi pilihan strategi perawatan yang diterapkan oleh petani.
5.
JELASKAN
KONSEP HIDROPONIK DAN BAGAIMANA KONSEP INI MENDUKUNG PERTUMBUHAN TANAMAN!
Hidroponik
adalah metode bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah, di mana tanaman
ditanam dengan memanfaatkan larutan nutrisi yang mengandung unsur hara yang
dibutuhkan tanaman dalam bentuk cair. Teknik ini telah berkembang pesat sejak
diperkenalkan oleh Dr. Gericke, dan banyak digunakan untuk menanam berbagai
jenis tanaman, termasuk buah dan sayuran. Hidroponik
mendukung pertumbuhan tanaman dengan beberapa cara, antara lain:
ü Pengendalian
Nutrisi : Nutrisi tanaman dapat dikendalikan secara lebih efisien, sehingga
tanaman mendapatkan asupan nutrisi yang tepat untuk pertumbuhannya.
ü Pengendalian
Lingkungan : Dengan hidroponik, lingkungan tumbuh tanaman seperti kelembaban,
suhu, dan cahaya dapat dikendalikan dengan lebih baik, sehingga mendukung
pertumbuhan tanaman yang optimal.
ü Penggunaan
Air yang Lebih Efisien : Metode ini menggunakan air secara lebih efisien,
sehingga mendukung pertumbuhan tanaman dengan dampak lingkungan yang lebih
rendah.
ü Pengendalian
Hama dan Penyakit : Tanaman hidroponik cenderung bebas dari hama dan penyakit
yang berasal dari tanah, karena tidak menggunakan media tanah.
Dengan demikian,
konsep hidroponik mendukung pertumbuhan tanaman dengan cara memungkinkan
pengendalian nutrisi, lingkungan tumbuh, penggunaan air yang lebih efisien, dan
pengendalian hama dan penyakit.





