tugu pacol karang sari bk 11

TEKNOLOGI BUDIDAYA TANAMAN

  Nama                          : Destiana Nim                             : 2254209031 Prodi                           : Sains Pertania...

Kamis, 26 Juni 2025

TEKNOLOGI BUDIDAYA TANAMAN

 

Nama                          : Destiana

Nim                             : 2254209031

Prodi                           : Sains Pertanian

Mk                              : Teknologi Budidaya Tanaman

Dosen Pengampu      : Imam Mukhtasor, S.P, M.Si

 

UTS

1.      APA PERBEDAAN ANTARA HERBISIDA DAN PENGENDALIAN HAMA TANAMAN?

Herbisida dan pengendalian hama tanaman adalah dua hal yang berbeda dalam konteks pertanian.

Herbisida adalah zat kimia yang digunakan untuk membunuh atau mengendalikan pertumbuhan gulma atau tanaman liar yang tumbuh di sekitar tanaman yang ingin dipelihara. Herbisida biasanya digunakan untuk memastikan bahwa tanaman yang ingin dipelihara tidak bersaing dengan tanaman liar atau gulma yang tumbuh di sekitarnya. Herbisida dapat diterapkan pada tanaman secara langsung atau pada tanah sebelum tanaman ditanam.

Pengendalian hama tanaman adalah proses mengendalikan populasi hama yang dapat merusak tanaman. Pengendalian hama tanaman dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk penggunaan insektisida, fungisida, dan rodentisida. Selain itu, pengendalian hama tanaman juga dapat dilakukan dengan cara alami, seperti dengan memanfaatkan predator alami hama atau dengan memanfaatkan tanaman pengusir hama.

 

2.      SEBUTKAN HAMA TANAMAN YANG UMUM DITANAMAN PADI DAN BAGAIMANA PENGENDALIAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN TANAMAN!

Wereng

Pengendaliannya :

ü  Pengendalian mekanis, seperti pengumpulan telur menggunakan tangan, pemotongan pucuk, pemangkasan, dan lain sebagainya

ü  Pengendalian biologi, seperti memanfaatkan predator alami hama atau dengan memanfaatkan tanaman pengusir hama

ü  Pengendalian kimia, seperti menggunakan insektisida.

-          Penggerek batang

Pengendaliannya :

ü  Pengendalian mekanis, seperti pengumpulan telur menggunakan tangan, pemotongan pucuk, pemangkasan, dan lain sebagainya

ü  Pengendalian biologi, seperti memanfaatkan predator alami hama atau dengan memanfaatkan tanaman pengusir hama

ü  Pengendalian kimia, seperti menggunakan insektisida.

- Tikus sawah

Pengendalianya :

ü  Sanitasi lingkungan : Menjaga kebersihan lingkungan tanaman padi agar tidak menjadi tempat tikus yang nyaman

ü  Berburu tikus saat pengolahan lahan : Pada saat pengolahan lahan, tikus akan terganggu dan akan keluar dari lahan

ü  Pasca pengolahan lahan : Melakukan pengendalian setelah pengolahan lahan serta menjaga kebersihan lingkungan

ü  Tanam dan panen serempak : Menanam dan panen tanaman padi secara bersamaan untuk menghindari serangan tikus

ü  Sanitasi habitat : Menjaga kebersihan lingkungan tanaman padi agar tidak menjadi tempat tikus yang nyaman

ü  Gerakan bersama (gropyokan massal) : Menggabungkan kerjasama petani untuk mengendalikan tikus

ü  Fumigasi/pengemposan : Menggunakan metode fumigasi untuk mengendalikan tikus

ü  Trap Barrier System (TBS) dan Linier Trap Barrier System (LTBS): Menggunakan sistem penjebakan tikus yang digunakan dalam pertanian

ü  Memanfaatan musuh alami : Menggunakan musuh alami tikus sawah, seperti pemangsa, burung hantu, burung elang, kucing, anjing, ular tikus, dan lain-lain

ü  Rodentisida : Digunakan hanya apabila populasi tikus sangat tinggi terutama pada saat bera atau awal tanam, penggunaan rodentisida harus sesuai dosis anjuran.

 

 

3.      JELASKAN KONSEP ROTASI TANAMAN DAN MANFAATNYA DALAM BUDIDAYA!

Rotasi tanaman alpukat atau rotasi tanaman tumbuhan adalah praktik penanaman berbagai jenis tanaman secara bergiliran di satu lahan. Konsep rotasi tanaman ini memiliki beberapa manfaat dalam budidaya tanaman, seperti :

ü  Mengembalikan nutrisi tanah : Rotasi tanaman membantu mengembalikan nutrisi nitrogen melalui tanaman legum setelah penanaman tumbuhan serealia dan sejenisnya.

ü  Mengendalikan hama dan penyakit tanaman : Rotasi tanaman dapat mengurangi intensitas serangan hama atau penyakit, karena satu jenis tanaman mungkin tidak akan menjadi sumber makan bagi hama yang menyerang satu spesies saja sebelumnya.

ü  Meningkatkan kesuburan tanah : Rotasi tanaman dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah dengan cara mengembalikan nutrisi yang diperlukan oleh tanaman.

ü  Memperkaya varian suplai tanaman : Rotasi tanaman memungkinkan petani untuk menyesuaikan tanaman dengan permintaan pasar dan pola tanam lahannya, sehingga dapat memperkaya varian suplai tanaman yang tersedia.

ü  Mengurangi erosi tanah : Melalui pergantian antara tanaman yang memiliki sifat rakus hara dan tanaman yang memberikan unsur hara, rotasi tanaman dapat membantu mengurangi erosi tanah.

ü  Memperbaiki struktur tanah : Rotasi tanaman dapat memperbaiki struktur tanah dengan cara mengembalikan lapisan tanah yang padat, meningkatkan aerasi tanah, dan mengurangi risiko erosi.

 

4.      BAGAIMANA SIKLUS HIDUP TANAMAN DAPAT MEMPENGARUHI STRATEGI PERAWATAN YANG DIPILIH?

Siklus hidup tanaman alpukat dapat memengaruhi strategi perawatan yang dipilih. Misalnya, pada fase pertumbuhan awal, tanaman alpukat memerlukan banyak air untuk menunjang pertumbuhan dan produktivitas tanaman

Oleh karena itu, penyiraman dapat dilakukan setiap hari pada pagi atau sore hari untuk memenuhi kebutuhan air tanaman. Selain itu, pada fase pertumbuhan awal, tanaman alpukat juga memerlukan pemupukan yang tepat untuk memastikan pertumbuhan yang sehat dan produktif

Pada fase berikutnya, seperti fase berbunga dan pembuahan, tanaman alpukat memerlukan perawatan tambahan untuk memastikan produksi buah yang optimal. Pada fase ini, pemangkasan cabang atau ranting yang mati atau terkena penyakit dapat menjadi bagian dari strategi perawatan untuk memastikan tanaman alpukat tetap sehat dan produktif

Dengan demikian, pemahaman akan siklus hidup tanaman alpukat, termasuk kebutuhan perawatannya, akan memengaruhi pilihan strategi perawatan yang diterapkan oleh petani.

 

5.      JELASKAN KONSEP HIDROPONIK DAN BAGAIMANA KONSEP INI MENDUKUNG PERTUMBUHAN TANAMAN!

Hidroponik adalah metode bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah, di mana tanaman ditanam dengan memanfaatkan larutan nutrisi yang mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam bentuk cair. Teknik ini telah berkembang pesat sejak diperkenalkan oleh Dr. Gericke, dan banyak digunakan untuk menanam berbagai jenis tanaman, termasuk buah dan sayuran. Hidroponik mendukung pertumbuhan tanaman dengan beberapa cara, antara lain:

ü  Pengendalian Nutrisi : Nutrisi tanaman dapat dikendalikan secara lebih efisien, sehingga tanaman mendapatkan asupan nutrisi yang tepat untuk pertumbuhannya.

ü  Pengendalian Lingkungan : Dengan hidroponik, lingkungan tumbuh tanaman seperti kelembaban, suhu, dan cahaya dapat dikendalikan dengan lebih baik, sehingga mendukung pertumbuhan tanaman yang optimal.

ü  Penggunaan Air yang Lebih Efisien : Metode ini menggunakan air secara lebih efisien, sehingga mendukung pertumbuhan tanaman dengan dampak lingkungan yang lebih rendah.

ü  Pengendalian Hama dan Penyakit : Tanaman hidroponik cenderung bebas dari hama dan penyakit yang berasal dari tanah, karena tidak menggunakan media tanah.

Dengan demikian, konsep hidroponik mendukung pertumbuhan tanaman dengan cara memungkinkan pengendalian nutrisi, lingkungan tumbuh, penggunaan air yang lebih efisien, dan pengendalian hama dan penyakit.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar